Cara Menanam Buah Melon itu sebenarnya bisa ditanam dengan berbagai teknik penanaman. Salah satunya melatih tanaman melon untuk menghasilkan tanaman merambat atau menebar di atas tanah dengan memanfaatkan sistem teralis atau pancang. Membandingkan metode penanaman ini dengan yang lain, termasuk sistem Lesehan dan penanaman dalam pot, menunjukkan keuntungan yang signifikan. Fakta bahwa tanaman melon merambat secara alami menjadikan metode penanaman teralis ideal untuk melon.
Persiapkan Lahan Tanaman Buah Melon
Ruang tanam di sekitar rumah perlu disiapkan terlebih dahulu, dan perlu dibersihkan dari gulma. Pastikan segala sesuatu yang dapat menghalangi sinar matahari disingkirkan dari area penanaman. Tanaman melon sebenarnya merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Keseimbangan pH dan kandungan nutrisi tanah yang akan digunakan, bagaimanapun, penting untuk dipertimbangkan.
Penggemburan Tanah Tanamn Buah Melon
Jika tahap pembersihan tanah sudah selesai, langkah selanjutnya adalah menggemburkan tanah dengan cangkul atau alat lainnya dan membuat lubang beralur untuk pupuk pada bedengan potensial. Untuk setiap bedengan yang cocok, buat sepasang sehingga bagian tengahnya dapat dimanfaatkan untuk irigasi di masa mendatang dengan jarak sekitar 50–100 cm untuk memungkinkan pendakian tanaman.
Berikan pupuk dasar Tanaman Buah Melon
Tanah perlu dipupuk dengan pupuk organik dan sintetis sebelum proses penanaman dapat dimulai. Tempatkan pupuk dasar di sepanjang area di mana bedengan potensial akan ditempatkan, aduk, lalu tutup kembali saat Anda membangun bedengan.
Pemasangan mulsa plastik Tanaman Buah Melon
Untuk mencegah penguapan yang berlebihan dan pertumbuhan gulma di dalam tanah, plastik mulsa ditempatkan di atas bedengan yang sudah jadi setelah tanah disiapkan, bedengan dilonggarkan, dan telah dipupuk dengan pupuk dasar.
Penanaman bibit Tanaman Buah Melon
- Buat lubang tanam pada permukaan plastik dengan jarak lubang tanam 40 sampai 50 cm.
- Setiap lubang tanam harus mendapat larutan.
- Untuk merendam akar sepenuhnya, sirami benih di dalam pot.
- Mulailah menabur benih melon sekaligus di pagi hari, dan hentikan ketika sudah melewati pukul 10.00. sekali lagi antara pukul 14:00 dan 18:00
- segera sirami tanaman melon yang baru ditanam
- Untuk mencegah kerusakan pada akar benih melon yang belum matang, tancapkan pasak sesegera mungkin.
pemupukan tanaman Buah Melon
Tanaman melon kemudian akan menjalani pemupukan tambahan setelah pemindahan benih selesai. Tujuan pemupukan selanjutnya adalah untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan tanaman melon.
Pengairan Tanaman Buah Melon
- Jangan lupa untuk memperhatikan sistem pengairan pada lahan tanam untuk menjaga metabolisme tanaman. Memompa air ke tengah bedengan adalah cara irigasi dilakukan.
- Selama musim kemarau, sirami setiap empat hari, dan setelah hujan badai, setiap tujuh hari.
- Jangan lupa untuk mengawasi tanaman Anda untuk mencegah berbagai hama.
Memangkas tunas dan memilih buah Melon
- Pemilihan buah dan pemangkasan pucuk sebaiknya dilakukan setelah tanaman mulai tumbuh. Dalam sistem lanjaran, biasanya hanya satu bagian yang tersisa, sementara mungkin ada dua.
- Pemilihan buah dan pengeleman harus dilakukan secara bersamaan. Pertahankan sulur utama dan potong awal sulur lainnya jika hanya tersisa satu buah. Pasak menerima lebih banyak sulur. Tapi kalau mau tumbuh dua buah, harus merawat dua sulur melon.
- Buah pada bagian 12 sampai 14 telah dipilih (1,5 meter dari akar). Buah harus memiliki bentuk bulat yang indah dan tidak peang. Pangkas tambahan, pucuk yang dipelihara yang tidak berbuah. Pasang tali ke tangkai buah untuk menggantungnya di tiang.
- Biasanya buah melon yang siap dipetik memiliki warna yang khas, pegangan yang sudah mulai mengering, dan aroma yang harum. Melon biasanya matang 55 hingga 70 hari setelah tanam, pada saat itu melon dapat dipanen.
